(03/09/24) Pengajian Selasa Sore, Hakim PA Demak Ingatkan Pentingnya Muhasabah dan Menjadi Pribadi yang Baik
Selasa 03 September 2024.
Bertempat di Mushola Kalijaga Pengadilan Agama Demak dilaksanakan Pengajian Rutin dengan pembicara Bapak Drs. KH. SOFI’NGI, M.H. Dalam kajian kali ini beliau mengangkat tema “Pentingnya Muhasabah dan Pribadi Baik". Beliau menyampaikan :
Muhasabah merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam yang berarti introspeksi diri atau evaluasi diri. Dalam ceramah ini, pembicara akan membahas pentingnya muhasabah dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.
Dalam kehidupan yang sibuk ini, seringkali kita lupa untuk berhenti sejenak dan merenung. Kita begitu terfokus pada urusan duniawi, sehingga lalai untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan dan bagaimana kualitas amal kita di hadapan Allah SWT. Inilah mengapa muhasabah menjadi sangat penting. Muhasabah berarti mengevaluasi diri kita, baik dari segi amal ibadah maupun interaksi kita dengan sesama.
Kemudian pembicara juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang baik dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain dalam Islam. Bahwa sebaik-baik orang adalah mereka yang, ketika dilihat oleh orang lain, akan mengingatkan kepada Allah SWT. Ini bisa berarti karena kesalehannya, kebaikan perilakunya, ketulusan hatinya, atau karena dia selalu menjaga perintah dan larangan Allah dalam hidupnya.
Orang seperti ini menjadi cerminan akhlak Islami, di mana keberadaannya mengingatkan orang lain tentang kebesaran Allah, tentang keindahan ajaran Islam, dan menginspirasi mereka untuk lebih dekat kepada Allah.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu ia berkata,
قيل: يا رسولَ اللهِ، أيُّ جُلسائِنا خَيرٌ؟
قال: مَن ذكَّرَكم باللهِ رُؤيَتُه، وزادَكم في عِلمِه مَنطِقُه، وذكَّرَ بالآخِرَةِ عَمَلُه
“Ada yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ :
“Wahai Rasulullah ﷺ , siapa teman duduk yang paling baik?”
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Orang yang mengingatkanmu pada Allah ﷻ ketika melihatnya, menambah ilmumu ketika ia berbicara, dan mengingatkanmu pada akhirat ketika ia beramal”.
Sehingga sebagai Muslim, kita semua diharapkan untuk menjadi pribadi yang bisa memberikan pengaruh positif seperti itu. Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan dan sikap sehari-hari kita. Dengan demikian, kita tidak hanya memperbaiki diri kita sendiri, tetapi juga membantu orang lain untuk selalu ingat kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-perintah-Nya. (Ahmad)